Rabu, 05 Desember 2012

Cara mendirikan band dengan baik


Ingin jadi rockstar? Entah itu rockstar underground atau major act, ya tetep aja rockstar. Saya punya beberapa tahun pengalaman, ok, 14 tahun pengalaman bermusik. Alangkah baiknya saya berbagi sedikit pengalaman saya selama ini di blog ini. Yang pertama adalah bagaimana mendirikan band.
Sebagai catatan, sebaiknya kamu mendirikan band dengan teman-teman sendiri. Jadi setidaknya kamu sudah kenal dengan baik teman-teman band kamu. Ini penting. Mengapa? Karena pada dasarnya teman-teman kamu ini akan sangat membantu perkembangan band kamu sendiri. Dengan mengenal mereka, saat kamu dan teman-teman band belum punya pengalaman, setidaknya sudah saling mengenal dan bisa mengerti sifat dan karakter masing-masing. Ingat, kalian disatukan oleh musik yang kalian sukai. Seringkali dalam perjalanan ada ketidakcocokan. Ini biasa. Pasti ada ketidakcocokan. Karena akan banyak sekali kejadian yang akan kalian hadapi bersama. Pastikan satu sama lain mengerti keadaan ini.
a. Nama Band & Aliran Musik
Ada peraturan tidak tertulis bahwa sebaiknya nama band kamu mudah diingat dan seiring dengan aliran musik yang kamu usung. Meskipun tidak semuanya selalu benar. Tapi setidaknya jangan kasih nama yang ngga nyambung. Misalnya, kamu jangan memberi nama Mawar Merah jika kamu mainin musik metal. Ingat, nama ini akan kamu pakai untuk kamu perkenalkan kepada pasar. Bayangkan nama tersebut terpampang di sampul kaset/cd kamu. Kalau ngga nyambung atau tidak enak dibaca, mending pikirkan nama baru yang lebih sesuai.
b. Lagu sendiri atau cover song
Sebenernya yang proses yang lebih mudah adalah kamu bisa membawakan lagu orang lain atau biasa disebut Cover Song. Sambil berjalan, kamu dan anggota band kamu akan merasa kecocokan akan semakin terbina diantara satu dengan anggota lainnya. Kamu bisa menggunakan cover song untuk berlatih, sementara kalian menulis lagu sendiri.
Pemilihan lagu cover song juga penting. Kriteria memilih cover song jangan hanya karena selera pribadi. Ingat, jika kamu manggung nanti, kamu manggung di depan penonton. Bukan manggung sendiri. Jadi, sebaiknya faktor selera penonton kamu perhitungkan juga. Tapi jangan hanya berfokus pada keinginan penonton, apalagi jika kamu tidak bisa membawakan lagu yang tersebut dengan baik. Selain itu, jangan membawakan lagu yang terlalu terkenal. Nanti band kamu tidak ada bedanya dengan band top 40, atau band-band yang biasa manggung di cafe-cafe dan hanya memainkan pilihan penonton. Pilih yang orisinil. Artinya, setidaknya lagu yang kamu dan teman-teman band suka.
c. Memilih Anggota Band
Biasanya anggota band awal adalah teman yang kamu kenal. Tapi kamu tetap harus memilih. Ingat, mereka akan sering bersama-sama kamu untuk main band. Jangan asal-asalan. Lebih sulit memecat daripada merekrut. Apalagi memecat teman sendiri. Memilih anggota band juga jangan hanya berdasarkan kriteria skill dan kemampuan musikal secara harfiah. Lihat juga penampilannya, lihat selera berpakaiannya. Ajak bicara atau wawancarai calon anggota band kamu.
Jika kamu tidak punya kenalan yang cocok, coba audisi. Audisi belum tentu harus resmi. Artinya jika kamu adalah anggota pertama band, bagaimana kamu bisa mengaudisi? Coba strategi dari mulut ke mulut. Cari kenalan yang kira-kira punya banyak kenalan pemain band. Datangi konser-konser band. Lihat band-band lain yang manggung. Jika kamu melihat ada band yang menurut kamu tidak akan sukses, datangi pemain yang kamu sukai. Utarakan kelebihan-kelebihannya jika dia bergabung dengan band kamu. Tentunya kesuksesan juga relatif. Mungkin ada yang sudah merasa cukup dengan keadaan bandnya sekarang. Jadi kamu harus hati-hati jika berencana merekrut anggota band lain. Memang terasa sangat ideal jika kamu merekrut teman musisi yang menganggur. Tapi jika kamu melihat orang yang sudah pernah main band, setidaknya kamu sudah melihat dia manggung. Kamu bisa langsung membayangkan jika orang itu berada di panggung dengan band kamu.
Sikap serius juga kamu butuhkan untuk meyakinkan calon anggota band kamu. Utarakan rencana kamu, bicarakan masa depan. Orang yang merasa melihat masa depan kamu tidak akan mau kehilangan kesempatan main band bersama kamu.
Yang pasti, jika kamu menemukan calon yang sesuai dengan kriteria band yang kamu impikan, segera follow up. Telepon, sms, datangi rumah atau tempat nongkrongnya. Ingat, teman main band yang sesuai dengan kamu ada diluar sana. Dan mereka hanya berjumlah beberapa saja. Beberapa mahluk unik di dunia ini yang akan menjadi teman, sahabat bahkan seperti keluarga kamu sendiri.
Pengalaman:
Saya pernah mengalami kejadian serupa. Saya merekrut vokalis band saya, dari band lain. Kebetulan band sebelumnya adalah proyek iseng atau biasa disebut side project. Saya hanya melihat dia sekali manggung dan langsung tahu bahwa dia adalah vokalis untuk band saya. Saya langsung tahu bahwa saya harus menelepon orang itu!
Keesokan harinya setelah mendapat nomer teleponnya saya langsung menelepon. Saya mengutarakan rencana saya mendirikan band baru. Dan saya menunjukkan saya serius. Saya juga mengatakan bahwa saya ingin band saya sampai rekaman dan merilis album sendiri. Saya langsung mengajak dia membayangkan sesenang apa jika band baru ini bisa rekaman dan manggung dimana-mana. Ternyata kami berdua memiliki impian yang sama. Dan 10 tahun berikutnya saya manggung hampir setiap minggu dengan vokalis yang sama.

0 komentar: